Peninggalan Firaun
Kairo - Demonstrasi besar-besaran di Mesir yang menimbulkan chaos berdampak juga pada Museum Nasional Mesir. Beberapa benda purbakala peninggalan Firaun, sebutan bagi raja-raja Mesir, hilang dijarah.
Seperti dikutip dari situs blog Kepala Pengawasan Benda Purbakala Mesir Zahi Hawass, www.drhawass.com, yang diposting 12 Februari 2011, sebanyak 8 patung dan peninggalan purbakala hilang. Dalam artikel berjudul 'Sad News', Hawass memaparkan 8 benda purbakala itu dia terima dari laporan staf database Museum Nasional Mesir.
"Investigasi sedang berlangsung untuk mencari orang-orang yang mencuri obyek-obyek ini. Polisi dan tentara juga menindaklanjuti untuk menahan pelaku kriminal ini. Saya telah mengatakan, jika Museum Mesir aman, maka Mesir aman. Bagaimanapun, saya khawatir sekarang Mesir tidak aman," tulis Hawass.
Hawas pun rajin menulis perkembangan-perkembangan mengenai restorasi museum dan benda purbakala pasca rusuh, dan mengklarifikasi berita-berita yang tidak benar dari media massa internasional yang memberitakan kehilangan peninggalan purbakala di beberapa situs di Mesir.
Sebelumnya, Hawass memposting pada masa-masa demonstrasi besar-besaran pada Jumat 28 Januari 2011 Museum Mesir di Kairo tidak dijaga dengan baik.
Sekitar seribuan orang, tulis Hawass, mulai melompati tembok di sisi timur Museum sampai halaman. Di sisi barat museum yang baru saja selesai direnovasi, massa memasuki toko hadiah dan suvenir dan menjarah semua perhiasan-perhiasan.
"Mereka pikir toko itu adalah museum, terima kasih Tuhan! Bagaimanapun, 10 orang memasuki museum dan mereka ditemukan di tangga darurat di belakang itu (museum)," tulis Hawass dalam artikelnya berjudul 'The Situation in Egyptian Antiquities Today' yang diposting 30 Januari 2011 lalu.
Berikut 8 peninggalan Firaun yang hilang yang dilaporkan Museum Nasional Mesir:
1. Patung Tutankhamun yang diangkat dewi dari kayu yang disepuh
2. Patung Tutankhamun yang sedang menombak dari kayu yang disepuh. Hanya bagian anggota badan atas patung yang hilang.
3. Patung Akhenaten memegang meja persembahan dari batu gamping.
4. Patung Nefertiti membuat persembahan.
5. Patung kepala putri Amarna dari batu pasir.
6. Patung juru tulis dari Amarna dari batu.
7. Patung shabti (patung tiruan untuk orang mati dari Mesir Kuno) dari Yuya (ada 11 patung)
8. Patung Heart Scarab dari Yuya.
Kalangan DPR Siap Bekingi IPB Umumkan Daftar Susu Mengandung Bakteri
Jakarta - IPB didesak segera membuka merek susu formula yang mengandung bakteri. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) siap membentengi IPB dari protes pengusaha susu tersebut.
"Tadi malam saya bertemu teman IPB ternyata itu hasil penelitian dosen IPB dan itu sudah diterbitkan dalam jurnal ilmiah. Itu terbuka untuk publik dan seharusnya IPB membuka informasi merek susu apa yang dipakai sebagai spesimen," ujar sekretaris FPAN DPR, Teguh Juwarno, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (11/2/2011).
Menurut Teguh temuan IPB menjadi penyelamat generasi muda penerus bangsa. Karena itulah ia bersama semua fraksi DPR akan melindungi IPB jika sejumlah pengusaha susu menuntut hal tersebut.
"Itu adalah temuan pionir, IPB telah melindungi rakyat dan DPR pasti akan menggunakan kekuatan politik. IPB tidak perlu takut dituntut industri karena ini pasti ada tekanan pengusaha, DPR siap melindungi IPB," tegasnya.
Teguh berharap semua pengusaha susu menerima hasil penelitian secara fair. Apalagi saat ini sudah ada standar mutu kualitas susu formula.
"Buktinya tahun 2010 ada pembatasan jumlah bakteri maksimal dalam susu formula. Dengan demikian artinya IPB sudah berjasa. Masalah ini seharusnya tidak berlanjut ke MA," tandasnya.
Massa Gunakan Botol Berbensin, 4 Saksi Diperiksa Terkait Temanggung
Jakarta - Rusuh meledak di Temanggung, Jawa Tengah. Sidang pengadilan kasus penistaan agama dituding jadi pemicu. Namun lebih dari itu, benarkah kerusuhan di Temanggung diduga terorganisir?
Kapolda Jateng Irjen Pol Edward Aritonang yang dikonfirmasi belum bisa memberikan kesimpulan. Namun dia mengamini kalau pelaku kerusuhan melempar rumah ibadah dengan botol berisi bensin.
"Ya itu dilempar, yang terkena pintunya, gerbangnya terbakar. Kalau gerejanya masih utuh," terang Edward saat dihubungi detikcom, Selasa (8/2/2011).
Selain itu ada juga kendaraan bermotor yang terparkir ikut terbakar. Edward kembali menegaskan, hendaknya masyarakat jangan sampai terpancing isu-isu yang tidak benar. Hingga kini belum ada tersangka, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.
"Kami belum menetapkan tersangka. Saksi yang diperiksa 4 orang," tutupnya.
Kerusuhan di Temanggung ini pecah terkait sidang dugaan penistaan agama. Sebelumnya Mabes Polri mencatat ada 3 gereja yang dirusak massa. Tiga gereja tersebut yakni Gereja Bethel Indonesia, Gereja Protestan Pantekosta, dan Gereja Katolik Santo Petrus Paulus Temanggung. Selain gereja, 2 truk dalmas Polri juga dirusak.
MUI: Ulama yang Berhak Menerbitkan Sertifikasi Halal
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) beranggapan bahwa sertifikasi halal tetap menjadi haknya. Hal ini dikarenakan halal adalah urusan syariah, sehingga para ulama lah yang pantas mengeluarkan sertifikasinya.
"Halal itu merupakan materi syariah makanya yang paling berhak untuk mengeluarkan pendapat tentang halal itu seharusnya ya ulama," ujar Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat, Makanan dan Kosmetika (LP POM) MUI, Lukmanul Hakim kepada wartawan.
Hal ini ia sampaikan usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR RI di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/2/2011).
Menurut Lukman pemerintah seharusnya cukup mengawasi produk-produk yang beredar di pasaran. Sedangkan sertifikasi halal tetap berada di MUI.
"Peran pemerintah mestinya melakukan hal-hal yang sifatnya sesuai dengan hukum positif, seperti labelisasi, penegakkan hukum, sosialiasi dan edukasi kepada masyarakat. Soal sertifikasi tetap berada di ulama," terangnya.
Menurut Lukman, MUI sebagai perwakilan dari para ulama bertanggung jawab terhadap umat, salah satunya memastikan ke halalan sebuah produk.
"Dan sejak 20 tahun sertifikasi halal berada di MUI. Pemerintah yang mengawasi melalui BP POM," imbuhnya.
Belum Ada Permintaan Resmi, Kejagung Belum Bisa Periksa Nurdin Halid
Jakarta - Kejaksaan Agung bisa melakukan pemeriksaan terhadap Nurdin Halid dan Andi Darussalam yang diduga terlibat kasus korupsi di Samarinda. Namun sejauh ini belum ada permintaan resmi dari Kejaksaan Negeri Samarinda mengenai hal itu.
Demikian jawab Kapuspenkum Kejagung RI, Nur Rohmat, ditanya perkembangan kasus dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial Persatuan Sepak Bola Putra Samarinda. Dia ditemui di Kantor Kejagung RI, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta, Rabu (9/2/2011).
"Belum ada permintaan dari Kejari Samarinda ke kami untuk memeriksa Nurdin Halid," ujar Nur.
Menurutnya, proses pemeriksaan tidak harus dilaksanakan oleh tim kejaksaan di Samarinda yang menjadi tempat terjadinya perkara. Bisa saja tahap proses hukum itu dilakukan di Jakarta yang merupakan tempat tinggal orang-orang yang dinilai perlu untuk diminta keterangannya.
"Ya bisa saja pemeriksaan dilakukan di sini, hanya saja saya cek belum ada tuh surat permintaannya," jelas Nur.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Samarinda, Kalimantan Timur, akan mengusut pembayaran kepada Nurdin Halid dan Andi Darussalam beserta 33 pembayaran fiktif lainnya. Proses hukum ini tindak lanjut putusan PN Samarinda kepada mantan GM klub Persisam Putra Samarinda, Aidil Fitri, dalam kasus korupsi APBD 2007/2008 senilai Rp 1,78 miliar.
Nama Ketua PSSI dan Direktur PT Liga Indonesia itu disebut mendapatkan aliran dana senilai Rp 100 juta dan Andi Darussalam Rp 80 juta. Sedangkan 33 nama yang lain adalah anggota DPRD Samarinda 2004-2009 dari sejumlah fraksi dengan total pembayaran Rp 1,78 miliar.
(lh/vit)


